Berpikir Untuk Kelangsungan KITA

“Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan alam semesta.”

Bumi sebagai tempat hidup makhluk hidup atau sering disebut dengan lingkungan. Allah SWT. menjelaskan dalam Al- Qur’an Surah Al- Baqarah ayat 22 bahwa bumi beserta isinya diperuntukkan bagi manusia.

“Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah- buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu- sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.”

“Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan daripadanya biji- bijian, maka daripadanya mereka makan.” QS. Yaasin : 33

Namun, apa yang manusia lakukan sekarang? Isu global warming, climate change, penipisan lapisan ozon dan isu- isu lingkungan lainnya adalah ulah dari manusia. Bukan hanya seseorang ataupun suatu komunitas saja, tapi seluruh manusia dimuka bumi ini. Bertafakurlah bersama.

“Sudah timbul kerusakan dari darat dan lautan (karena) pekerjaan manusia yang seharusnya Allah membebankan pada kalian (balasan) dari sebagian kesalahan kalian, supaya kalian berpikir kembali.” QS. Ar-Rum : 41

Semua yang Allah ciptakan untuk manusia ini semata- mata supaya kita selalu berpikir, karena kita mempunyai akal pikiran.

“Dia (Allah) yang telah menjadikan tumbuhan oleh air kalian, zaitun, kurma, anggur dan buah- buahan yang lainnya. Sesungguhnya didalamnya terkandung ayat- ayat agar suatu kaum mempunyai pikiran.” QS. An- Nahl : 11

“Dan tidaklah mereka memperhatikan, bahwa kami megarahkan (awan yang mengandung) air kebumi yang tandus, lalu kami tumbuhkan dengan air hujan itu tanam- tanaman sehingga binatang- binatang ternak mereka dan mereka sendiri dapat makan darinya. Maka mengapa mereka tidak memperhatikan?” As- Sajdah : 27

“Dan Kami meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuhan), kemudian kami menurunkan air hujan dari langit, kemudian air itu kami beri minum kalian dan bukanlah kalian yang menyimpan.” QS. Al- Hijr : 22

“Kemudian (dari)  air hujan itu, kami tumbuhkan kebun kurma dan anggur untuk kalian. Didalam kebun itu, banyak buah- buahan dan disana kalian makan.” QS. Al- Mu’minun : 19

Dari semua itu adalah karunia dan nikmat yang Allah berikan untuk umat- Nya.

“Dan dialah yang menurunkan air hujan dari langit lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tum- tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh- tumbuha itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma mengurai tangkai- tangkai yang menjulai, dan kebun- kebun anggur dan zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikan buahnya di waktu pohonnya berbuah dan menjadi masak. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda- tanda (kekuasaan Allah bagi orang- orang beriman.” QS. Al- Aniam : 99

Maka dari itu, kita sebagai umat manusia wajib mensyukuri segala nikmat Allah salah satu caranya adalah menjaga bumi ini. Salah satu cara yang paling terkecil adalah kita menghargai kebersihan lingkungan.

“Kebersihan itu sebagian dari iman.” HR. Ahmad

“Islam itu agama yang mementingkan kebersihan, tidak akan masuk surga, kecuali orang- orang yang bersih.” HR. Baihaqi

“Sesungguhnya Allah itu baik dan suka kepada yang baik. Dia Maha bersih dan suka kepada yang bersih. Dia maha Mulia dan senang kepadan kemuliaan. Dian maha indah dan suka kepada keindahan. Oleh sebab itu, bersihkanlah lingkunganmu.” HR. Tirmidzi

Hari ini, kata- kata “Buanglah Sampahnya Pada Tempatnya” sudah tidak berlaku, mengingat kerusakan yang terjadi di bumi kita ini. Tapi, marilah kita bersama- sama, untuk menjaga kebersihan dengan cara “Simpanlah Sampah Pada Tempatnya”. Kata “Simpan” menunjukan bahwa “Sampah” adalah sesuatu yang harus kita perhatikan. Coba kita jadikan kehidupan di bumi ini secara berkelanjutan. Yakni, dengan 3R (Reduce Reuse Recycle) program pokok dunia mengenai masalah lingkungan bumi ini, kita terapkan dalam keseharian kita. Marilah beramal sholih untuk tempat tinggal kita, Bumi. J

Iklan

7 Januari 2010 at 5:19 AM Tinggalkan komentar

Orang Yang Cerdas Menurut Hadist

Pertanyaan: Menurut hadist siapakah manusia yang cerdas?

Jawabnya : Orang jenius, apakah para pengusaha, apakah para kyai, apakah para saudagar, apakah para ilmuan.

Jawaban diatas ternyata salah, orang paling cerdas menurut hadist, adalah ketika hidup di dunia berlomba-lomba dalam agama,beribadah, mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya sebagai persiapan mati.

19 Desember 2009 at 1:12 PM Tinggalkan komentar

Mengapa Do’a Anda Sulit Terkabul?

Begitu banyak do’a yang Anda panjatkan dan tidak satupun yang terkabul, padahal Anda telah berdo’a bertahun tahun, mengapa hal ini bisa terjadi?

Di salah satu keterangan yang saya peroleh ketika mempelajari Al-Qur’an dan hadist, salah satu faktor mengapa do’a sulit terkabul adalah karena kita terlalu banyak Dosa, orang yang mempunyai dosa lebih sedikit akan relatif lebih mudah di kabulkan doanya daripada orang yang banyak dosanya. Maka jika Anda ingin do’anya cepat terkabul kurangilah berbuat dosa. dan banyaklah bertaubat.

19 Desember 2009 at 1:11 PM 1 komentar

Melihat Seberapa Kuat Keimanan Seseorang

Mungkin Anda berpikir bagaimana cara menilai seberapa kuat keimanan seseorang khususnya untuk yang beragama Islam, salah satu firman Alloh di alquran yang menyatakan Sholat adalah tiang agama tersebut memang benar, Jika Anda ingin mengetahui seberapa kuat keimanan yang dimiliki oleh seseorang maka lihatlah dan amatilah kegiatan sholat mereka.

Jika waktu melakukan sholat khusuk dan tertib, baik sholat sunnah dan sholat wajib 5 waktu, maka Insa Alloh orang tersebut keimanannya termasuk kuat. karena ketika ibadah sholat seseorang kuat, tertib, maka ibadah lainnya juga akan mengikutinya, puasa akan baik, haji baik, sikap baik , tidak mudah melanggar dosa.

Jika Anda ingin membuktikannya cukup mudah lihatlah orang yang berbuat zina atau para perampok atau pencuri. Sempatkanlah bertanya apakah sholat mereka tertib dan khusuk, penulis bisa menjamin sholat mereka tidak khusuk dan tertib.

Maka begitu penting ibadah sholat. Ketika peristiwa isra mi’raj nabi diperintahkan oleh Alloh untuk melakukan ibadah sholat.

Tips untuk mencapai sholat khusuk

  • Pahamilah arti tiap bacaan yang Anda baca arti demi arti
  • Hayati ketika membaca ayat demi ayat
  • Konsentrasi penuh
  • Selesaikan aktifitas yang belum selesai ketika akan sholat, ketika akan sholat kebelet pipis atau buang air kecil, maka buang air kecil dahulu baru Anda sholat.
  • Jagalah Kenajisan
  • Sholatlah di tempat yang membuat Anda sholat khusuk (tempat relatif sepi)
  • Hentikan musik atau TV yang sedang menyala ketika Anda sholat
  • Jika dirasa sholat 5 waktu Anda kurang tertib dan kurang khusuk maka tambahlah dengan berbagai sholat sunnah.

Maka semoga Anda sekalian sholat khusuk dan mempunyai keimanan yang bagus. selamat dunia akhirat.

sumber : http://mieyami.blogdetik.com/muslim/keimanan-seseorang/

19 Desember 2009 at 1:08 PM Tinggalkan komentar

Menuju Kesempurnaan Iman

1. Bersyukur apabila Mendapat Nikmat
2. Sabar apabila mendapat Kesulitan
3. Tawakal apabila mempunyai Rencana
4. Ikhlas dalam segala amal Perbuatan.
5. Jangan Membiarkan hati Larut dalam Kesedihan.
6. Jangan Menyesal atas sesuatu Kegagalan.
7. Jangan Putus Asa dalam menghadapi Kesulitan.
8. Jangan Usil terhadap Kekayaan orang lain.
9. Jangan Iri dan dengki atas kesuksesan orang lain.
10. Jangan Sombong kalau memperoleh kesuksesan.
11. Jangan Tamak akan Harta.
12. Jangan terlalu Berambisi akan Kedudukan.
13. Jangan Hancur akan Kezaliman.
14. Jangan Goyah karena Fitnah.
15. Jangan berkeinginan terlalu Tinggi yang melebihi kemampuan kita.
16. Jangan Campuri Harta dengan Harta yang haram.
17. Jangan Sakiti Hati Ayah dan Ibu.
18. Jangan Usir orang yang meminta-minta.
19. Jangan Sakiti Anak Yatim.
20. Jauhkan diri dari Dosa-dosa Besar.
21. Jangan membiasakan diri melakukan Dosa-dosa Kecil.
22. Banyak berkunjung Kerumah Allah.
23. Shalat dengan Ikhlas dan Khusu’.
24. Shalat di awal Waktu dan berjamaahlah.
25. Biasakan Shalat Malam.
26. Perbanyak Zikir dan Doa.
27. Puasa Wajib dan Sunnat.
28. Sayangi dan Santuni Fakir Miskin.
29. Jangan ada Rasa Takut kecuali pada Allah.
30. Jangan Marah berlebih-lebihan.
31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan.
32. Bersatulah Karena Allah dan Berpisahlah karena Allah.
33. Berlatihlah Konsentrasi.
34. Penuhi Janji apabila telah diikrarkan, dan minta maaflah apabila Batal menepati.
35. Jangan mempunyai Musuh kecuali dengan Iblis/setan.
36. Jangan percaya Ramalan Manusia.

19 Desember 2009 at 1:04 PM Tinggalkan komentar

Jihad Masa Kini

Jihad di zaman sekarang, bukan berarti kita harus berperang memakai senjata ataupun menjadi teroris. Karena Allah tidak menyukai kerusakan. “Dan janganlah kalian membuat kerusakan dibumi, sesudah Allah memberbaikinya dan memintalah kepada Dia (Allah) dengan rasa takut (tidak diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah dekat dengan orang- orang yang berbuat kebaikan.” ( QS. Al- Araf : 56). Perlu kita tafakuri bahwa jihad masa kini adalah tetap berperang, namun sasarannya adalah diri kita sendiri. Pahlawan terkuat hari ini adalah seseorang yang dapat melawan dirinya sendiri.  Karena musuh terbesar hari ini adalah diri kita sendiri. Apa maksudnya?
Banyak syaithon- syaithon yang singgah bahkan menginap di dalam diri kita. Untuk mengusir dan memerangi mereka, diperlukan iman yang kuat. Memang terdengar sulit. Namun, apabila kita benar- benar yakin, tanpa keraguan sedikitpun, Insya Allah kita akan menjadi insan yang memiliki keimanan yang kuat.
Salah satu usaha batin terhidar dari kejamnya kemajuan zaman adalah Dzikir. Selalu ingat kepada Allah, tidak memberikan kesempatan untuk syaithon berdiam diri di dalam diri kita. Bukan hanya sehabis sholat, namun saat kita melakukan sesuatu sekecil apapun, kita ingat kepada Allah, memujinya lewat kata- kata indah- Nya. Jangan sampai kita menganggap, kita berjihad di jalan- Nya sudah merasa cukup. Mengaji, sambung Jama’ah apabila tidak diamalkan, sama saja nihil. Apabila selalu ditunda, sama saja menantang maut. Maka dari itu, hatinya selalu ditoto untuk mencintai Allah sepenuhnya. Kita tidak tahu kapan datangnya malaikat pencabut nyawa. Itu mungkin yang menjadi kekhawatiran seluruh insan di dunia ini. Namun, dengan selalu berdzikir kepada Allah, dimanapun kapanpun dan bagaimanapun keadaan kita, Insya Allah kecemasan dan ketakutan akan hilang. Karena dengan selalu ingat kepada Allah, kita telah menjadi kekasih Allah seutuhnya.
“Mereka adalah orang- orang iman dan hatinya tenang untuk berdzikir kepada Allah. Ingatlah, dengan dzikir kepada Allah, maka tenanglah hati.” (QS. Ar- Ro’du : 28).
Percaya dan yakinlah! Dengan menjadikan dzikir sebagai amalan andalan, niscaya segala macam perbuatan kita akan terkontrol. Segala macam amalan sunah lainnya pun akan mengikuti. Dari dzikir, kita akan selalu termotivasi untuk memperbanyak amal sholih, membaca Al- Qur’an dan sholat sunah, melancarkan sambung jama’ah, toat kepada aturan Allah, Rosul dan imam, dan segala bentuk yang menjadi tujuan hidup yang sesungguhnya. Karena dengan selalu berdzikir, perlahan- lahan syaithon yang ada pada diri kita akan tergantikan oleh malaikat- malaikat yang akan selalu menghembuskan kebaikan.
Usaha lainnya untuk meyakinkan hati bahwa kita adalah pemenang jihad masa kini adalah membiasakan untuk sholat dan do’a di sepertiga malam- Nya Allah. Banyak orang berpikiran, apabila telah lewat  sepertiga malam, kesempatan untuk sholat dan do’a malam pun telah usai. Lupakah anda, masih ada akhir malam- Nya Allah? Do’a akan mustajab, apabila kita yakin. Karena iman adalah keyakinan. Dimana, apabila ada sedikit keraguan, niscaya apa yang kita harapkan mustahil terwujud.
“Menetapilah kamu dengan sholat malam, sebab sesungguhnya sholat malam itu kebiasaan orang- orang sholih sebelum kamu, dan bisa lwbih mendekatkan diri pada Allah, mencegah dari dosa, menghilangkan dan menolak penyakit dari tubuh.” (HR. Tirmidzi, Ahmad, Hakim, Baihaqi).
Rasa dingin di malam- Nya adalah hal yang dapat membekukan kekhawatiran kita, terhadap masa depan. Rasa takut di malam- Nya adalah hal yang dapat menaklukan hati, untuk selalu berlindung kepada Allah. Rasa sepi di malam- Nya adalah hal yang dapat membuat kita selalu rindu kepada- Nya dan ingin cepat berhadapan dengan- Nya. Rasa malas dan ngantuk di malam- Nya adalah hal yang dapat menjadi semangat kita untuk berperang melawan musuh- Nya dan berusaha menjadi kekasih- Nya.
Jadikan kedua usaha bathin itu sebagai motivasi untuk jihad hari ini dan selamanya.  Kemudian, yakinlah bahwa dengan dzikir dan bangun malam, niscaya itu akan menjadi senjata terampuh melawan neraka- Nya.

19 Desember 2009 at 1:00 PM Tinggalkan komentar

Resep “PRINSIP MENGETUK PINTU”

door

Saat kita ingin masuk pada suatu rumah (bukan rumah kita), pastilah kita mengucapkan salam dan mengetuk pintu. Nah, disini saya hanya akan membahas “Mengetuk Pintu”. Kita bisa deskripsikan dalam kehidupan yang penuh romansa cinta dalam keyakinan Karena- Nya.


*Dalam Cinta*
Mencoba mengetuk pintu yang tertutup, bagaikan mencoba menyadarkan seseorang yang kita sayang, akan perasaan kita dan tujuan akhirnya adalah bersamanya. Dalam mengetuk pintu dibutuhkan tenaga (usaha), kesabaran dan yang paling akhir adalah keihlasan saat pintu itu tak kunjung dibuka.
Usaha dalam cinta, saat kita merasa peduli, butuh perhatian dan benar- benar menjatuhkan pilihan padanya. Kita terus mengetuk pintu sampai pintu itu dibuka oleh sang empunya. Kesabaran, saat kita harus terus menunggu pintu hati itu terbuka. Saat terbuka pintu rumah itu, kemungkinan ada 2 opsi. Yang pertama: si pemilik rumah marah karena si tamu terus mengetuk pintu dan terasa sangat terganggu. Dan yang kedua: si pemilik rumah meminta maaf, karena tidak menyadari bahwa ada orang yang berada di luar rumah dan terus mengetuk pintu.

logo-heart_cartoon
#Opsi 1 : Kita hadapi dengan kesabaran, teruslah berusaha (yah, meskipun terkesan maksa) tetapi kita yakin suatu saat pasti pintu hati itu terbuka. Saat terbuka dan melihat si pemilik hati dengan kesan yang cenderung tidak suka atau benci. Kita coba dengan kepala dingin (tidak egois), dan menjelaskan maksud kita mengejarnya. Ada 2 kemungkinan keberhasilan. 1 -> berhasil menaklukkan hatinya dan bersamanya. 2 -> gagal, karena pendiriannya yang tidak mudah luntur dan usaha yang kita lakukan kurang mendukung. Dari 2 kemungkinan tersebut, kita harus mempunyai dua sifat: 1. Positif Thinking/ Husnudzon : Yakinlah kita bisa mengetuk pintu tersebut sampai terbuka, karena Allah selalu bersama kita. 2. Ikhlas/ Legowo : Tetapi jangan sampai kita terlena dengan usaha yang kita lakukan. Kita juga harus selalu mengingat bahwa usaha yang kita lakukan semata- mata untuk meraih salah satu sunah Perintah Rasulullah menuju Surga- Nya (nikah) bukan karena keegoisan ataupun nafsu semata. Jadi, saat kita ingin berhenti untuk mengejarnya, ataupun kita serahkan kepada Allah, maka Ikhlas adalah salah satu kuncinya. Orang belum dikatakan mengikhlaskan sesuatu, apabila ia tidak suka dengan hal yang tidak dimilikinya tetapi orang lain memilikinya. 100% kita mengikhlaskan, ingat semuanya akan kembali kepada Allah. Namun, apabila kita memiliki prinsip mengetuk pintu ini, dalam kenyataannya kemungkinan 1 (berhasil)lah yang sering terjadi.
#Opsi 2 : Ini akibat awalnya, si tamu (kita) menutupi perasaan dan cenderung diam, tidak mau berusaha. Padahal kemungkinan ini sangat sering terjadi dalam kehidupan kita. Namun, dengan prinsip ini, semua hal yang awalnya tertutup itu akan terbuka. Dan jalan meraih surga bersamanya, akan terbuka lebar.

++ Untuk Laki- laki: Hampir semua wanita, akan merespon baik dengan apa yang anda lakukan, khususnya dengan usaha yang giat. Mungkin awalnya wanita akan menolak, apalagi kalau anda memperlihatkan keagresifan (tetapi tidak semua wanita). Namun, pada akhirnya wanita akan menyerah dengan keegoisannya dan menerima anda apa adanya. Wanita cenderung senang dengan perhatian dari lawan jenis. Karena wanita identiknya untuk dipilih bukan memilih.
++ Untuk Wanita : Jadilah pemilik pintu hati yang tetap menjaga hijabnya.

*Dalam Do’a*
Berhubungan dengan Cinta, segala sesuatu yang kita lakukan harus diiringi dengan do’a. Mengetuk Pintu yang dibahas dalam cinta, berprinsip sama dengan dalam do’a. Hanya saja ada perbedaan dalam kemungkinan keberhasilannya, yakni ada 3 opsi: Ditolak, Ditunda dan Dikabulkan. Semua kemungkinan tersebut tergantung pada usaha dan kesabaran. Sama hal nya dengan cinta. Niatkan disini (dan seluruh hal yang kita lakukan) dengan “CINTA ALLAH”. Husnudzon Billah, Allah pasti akan mengabulkan segala permintaan kita tergantung pada tingkat kesungguhan dan keyakinan kita mencapai dikabulkannya do’a tersebut. Sekali lagi, prinsip dalam hidup saya: “Kalau kita yakin buat apa kita mengalah, kalau kita ragu- ragu buat apa kita melangkah”.

Allah Maha Membolak- Balikan Hati…

sumber : http://mieyami.blogdetik.com

19 Desember 2009 at 12:51 PM Tinggalkan komentar

Pos-pos Lebih Lama


Andir’s Blog

Jangan lupa untuk kunjungi kami ya.!! Komentarnya ditunggu. Terimakasih banyak.

Calendar

Juli 2018
S S R K J S M
« Jan    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031